Beberapa anggapan muncul bahwa Codeks (Naskah kuno yang ditulis dengan menggunakan tangan) Al-Qur’an yang tersimpan di Taskent, Uzbekistan adalah Al-Qur’an yang dibaca oleh Khalifah ketiga Utsman Bin Affan pada saat beliau menjelang wafat karena dibunuh. Anggapan ini menjadi polemik di kalangan masyarakat bahkan bukan hanya kalangan masyarakat Muslim.
Sebagai pengingat tentang peristiwa wafatnya Khalifah Utsn Bi Affan yang cukup tragis yang disebabkan oleh fitnah yang dilakukan oleh Abdullah Bin Saba’. Menjelang peristiwa pembunuhannya Khalifah Utsman bin Affan sedang membaca Al-Qur'an surat Al-Baqarah dan sedang menjalankan ibadah puasa. Beberapa saat kemudian seorang penghianat Munafiqin masuk dan menebaskan pedang ke arah tangan Khalifah Utsman bin Affan, begitu kerasnya tebasan pedang tersebut hingga menyebabkan tangannya putus. Utsman bin Affan kemudian berkata:
"Allahu Akbar! Sesungguhnya, kamu tahu bahwa tangan ini telah menuliskan wahyu untuk Rasulullah SAW".
Kemudian datanglah istri beliau Sayyidah Nailah yang bermaksud untuk membelanya. Tetapi mereka malah memotong jari-jarinya. Kemudian datanglah seorang laki-laki dan memukul Utsman bin Affan dengan potongan besi tepat mengenai bagian atas bahunya. Utsman lantas berkata, "Ya, Allah segala puji bagi-Mu". Utsman kemudian menutup Mushaf Al-Quran yang terlumuri dengan darah yang mengucur deras dari tangannya. Khalifah Utsman kemudian berkata lagi,
"Ya Allah. wahai Zat yang memiliki kemuliaan, Aku bersaksi kepada-Mu bahwa aku telah bersikap sabar sebagaimana Nabi-Mu telah berwasiat kepadaku".
Khalifah Utsman bin Affan terbunuh pada hari Jumat tanggal 18 Dzulhijjah. Beliau dikuburkan di Pemakaman Baqi'. Pada saat pemakamannya Khalifah Ali bin Abi Thalib berdiri di atas makamnya seraya menangis dan berkata. "Aku mohon kepada Allah agar aku dan kamu termasuk dalam golongan yang di firmankan Allah;
'Dan Kami lenyapkan segala rasa dendam yang berada dalam hati mereka, sedang mereka merasa bersaudara'. [QS Al-Hijr : 47]"Demikian sepenggal kisah tentang peristiwa tragis wafatnya Khalifah Utsman Bin Affan yang di latar belakangi oleh pengkhianatan panjang Abdullah bin Saba’. Dari kisah ini mestinya Al-Qur’an yang dibaca oleh Khalifah Utsman bin Affan pada saat pembunuhannya terdapat sisa-sisa darah yang masih menempel pada perkamen tersebut.
Sejarah Manuskrip
Saat ini sekitar sepertiga naskah dari Al-Qur'an Utsmani ini disimpan di Tashkent, Uzbekistan. Pada akhir abad ke-19 naskah ini disimpan di St. Petersburg, Rusia, dan disimpan oleh seorang orientalis Rusia bernama AN Shebunin. Ia memberikan laporan secara rinci tentang Al-Qur’an kuno ini dan meneliti kekhasan ortografi nya. Para Ahli begitu berminat mempelajari kodeks (naskah kuno yang ditulis dengan tangan) hingga pada tahun 1905 Pisarev (atau Pissareff) terdorong untuk menerbitkan edisi faksimili. Pisarev melakukannya dengan proses fotografi setelah dengan penuh kehati-hatian menelusuri teks folio karena tulisan dalam teks ini hampir terhapus karena sering dibuka dan hampir terhapus oleh gesekan tangan. Untuk menjaga keaslian teks ini Pisarev dan para ahli menanganinya secara hati-hati pada saat melakukan restorasi. Dua puluh lima dari salinan faksimili sebanyak lima puluh faksimili pernah ditawarkan untuk dijual.
![]() |
| Naskah Al-Qur'an kuno di Tashkent, Uzbekistan, yang dikaitkan dengan kematian Khalifah Utsman. naskah tersebut sangat rapuh dan ditempatkan dalam lemari untuk mencegah kerusakan lebih parah |
Saat ini teks Al-Qur’an kuno yang ditulis dengan tangan ini tidak lengkap karena sebagian diantaranya berakhir dibawah palu lelang atau dijual secara pribadi antara para kolektor. Empat lembar dari naskah Tashkent dijual di Christie, London, yaitu Lot nos. 225, 225A dijual pada tanggal 22 Oktober 1992 dan Lot nos. 29, 30 dijual pada tanggal 21 Oktober 1993, dan sekarang Al-Qur’an kuno ini berada dalam genggaman pribadi Kolektor.
Pada tahun-tahun 2000 dan 2003, lebih dari dua folio muncul di Sam Fogg pada Naskah Islam / Islamic Calligraphy catalog, menurut beberapa sumber naskah ini berasal Afrika Utara, meskipun naskah ini berasal dari koleksi pribadi di Norwegia, saat ini masing-masing berada di Museum Seni Islam, Doha, dan Metropolitan Museum of Art, New York.
Aga Khan Museum juga menyimpan naskah ini dan telah dipamerkan secara umum sejak tahun 2007 di berbagai lokasi di seluruh dunia. Kemudian codex ini juga dijual di Sotheby, London, pada tahun 2008 dan saat ini berada di Museum Seni Islam, Doha, yang terdiri dari 24 lembar naskah. Ukuran ekstra-biasa folio dari Al-Qur'an ini tak tertandingi dalam publikasi di dunia Barat.
![]() |
| Naskah Al-Qur'an kuno di Tashkent yang disimpan dalam lemari dilihat dari dekat |
Jadi, pertanyaan besarnya sekarang adalah apakah Al-Qur’an kuno yang berada di Tashkent ini adalah merupakan Al-Qur'an milik khalifah ketiga Utsman bin Affan atau bukan? Jawabannya adalah tidak. Terdapat beberapa Al- Qur'an sejenis ditempat lainnya seperti misalnya di St Petersburg dan dua di Istanbul (Topkapi Perpustakaan dan TIEM), dan juga terdapat dua di Kairo di Masjid al-Hussein dan Dār al-Kutub dan belahan dunia Islam lainnya. Al-Qur’an yang dibaca oleh Khalifah Utsman Bin Affan pada akhir hayatnya terdapat jejak darah, sebagaimana kita ketahui bahwa manusia mulia ini dibunuh oleh para Munafikin pada saat beliau membaca Al-Qur’an, tangannya ditebas dengan menggunakan pedang hingga putus oleh pengikut Abdullah bi Saba’.
Selain itu, tulisan dalam naskah ini jelas menunjukkan model tulisan yang besar, lurus, indah dan kaku proporsional dari huruf Kufi yang digunakan selama dan setelah masa khalifah Umayyah Abd al-Malik Selain itu, naskah ini juga dibahas secara singkat oleh Salahudin al-Munajjid yang tidak menganggap bahwa naskah ini berasal dari masa khalifah Utsman bin Affan.
Tahun Pembuatan
AN Shebunin memperkirakan naskah ini dibuat pada sekitar tanggal awal abad kedua hijriah. Hal tersebut didasarkan pada ortografi seperti penelitian faksimili edisi 1905 yang dilakukan oleh SI Pisarev, sedangkan Jeffery menyatakan bahwa Al-Qur’an ini dibuat pada awal abad kesembilan. Sedangkan baru-baru ini, Deroche telah memberikan kesimpulan bahwa Al-Qur’an yang terdapat di Taskent ini dibuat pada paruh kedua abad kedelapan, lebih khusus lagi dia menyatakan bahwa pembuatannya dilakukan pada masa khalifah ketiga bawah Abbasiyah Al-Mahdi (memerintah 158-169 AH / 775-785 CE). Uji karbon dari naskah ini dilakukan di Oxford. Hasil penelitian menunjukkan probabilitas 68% dari antara tahun 640M hingga 765M, dan probabilitas 95% antara tahun 595M dan 855M. Sementara itu Rezvan memberikan komentar berdasarkan palaeographic, bahwa naskah ini dibuat pada pergantian abad delapan / sembilan.
Ukuran Teks
Al-Qur’an ini dibuat dengan ukuran 53 cm x 68 cm dan lebar teks 44 cm x 55 cm, panjang dan lebar teks bervariasi dalam beberapa sentimeter. Bahan yang digunakan untuk menulis cukup tebal dengan perkamen yang kuat. Qur'an ini berupa salinan plano yang berarti setiap folio merupakan lembaran seluruh perkamen. Total lembar naskah berjumlah 378 yang terdiri dari 353 edisi faksimili Pisarev, 20 Ms. 248 dan Ms. 658, 1 Ms. AKM00475, 1 Ms. 2.004,87 dan 3 Christie Lot nos 225, 225A dan 29.
Dari 353 folio dalam edisi faksimili, 69 diantaranya robek, sedangkan lembaran yang hilang diganti dengan kertas dengan ukuran yang sama. Hanya 15 lembar selesai, sisanya rusak dan telah diperbaiki dengan kertas. Sementara itu Tayyar Altıkulaç memperkirakan naskah ini awalnya terdiri 950 lembar.
![]() |
| Salinan faksimili yang disediakan untuk konsultasi bagi siapapun yang ingin melihatnya. |
![]() |
| Christie 1992 , Lot 225 |
![]() |
Christie tahun 1993, Lot 29 yang merupakan perkamen dari naskah yang sama yang berasal dari Afrika Utara. |
Naskah ini merupakan naskah dengan ukuran besar dengan model tulisan Kufi Kufi tanpa tanda diakritik dan ornamen. Ujung ayat ditandai dengan panel kecil berupa diagonal garis; ayat kesepuluh ditandai dengan medali persegi dan diterangi dengan warna biru, hijau, merah dan mangan dengan desain bintang. Perkamen ini sangat rapuh karena usia. Untuk menjaga kelestariannya perkamen ini dibatasi dari masyarakat umum dengan pembatasan akses gratis dan naskah dilindungi dari cahaya. Sementara itu untuk keperluan konsultasi disediakan salinan faksimili.







0 Comments
Silahkan anda berkomentar atau sampaikan opini anda