![]() |
| Tengkorak berusia 10.000 tahun yang ditemukan di Tullum, Mexico |
El Universal melaporkan bahwa tiga kerangka ditemukan di cenote Naharon, canote Los Palmas, dan cenote Temple. Dari delapan set sisa-sisa manusia kuno ini, diyakini bahwa salah satu diantaranya sengaja diceburkan kedalam cenote, yaitu lubang alami yang dihasilkan dari runtuhnya batu kapur yang merupakan batuan dasar yang menyimpan air tanah di bawahnya, sementara itu dua diantara kerangka-kerangka tersebut terkesan sengaja ditenggelamkan ke dalam Cenote . Selanjutnya Cenote ini kemudian digunakan oleh suku Maya kuno untuk melakukan korban persembahan.
![]() |
| Sebuah cenote di Quintana Roo, Tulum, Meksiko. (Wikipedia) |
![]() |
| Sisa-sisa kerangka manusia berusia 9.000 tahun dari seorang pria di sebuah cenote Tulum. |
"Tengkorak suku Indian saat ini cenderung bulat, dengan bentuk wajah datar dengan dahi menonjol. Hal ini menyerupai manusia Cina modern, "kata Alejandro Terrazas, seorang peneliti asal IIA kepada El Universal. Di sisi lain, tengkorak kuno yang ditemukan cenotes memiliki postur tubuh kecil dan tinggi. Terrazas mengatakan bahwa itu "tidak mengejutkan kami karena lebih dari 9.000 tahun telah berlalu, dan populasi berubah selama periode tersebut".
Para peneliti juga membandingkan tengkorak yang ditemukan di cenote dengan tengkorak lain yang ditemukan di seluruh Meksiko pada sekitar periode waktu yang sama (berusia lebih dari 9000 tahun), seperti tengkorak yang cukup terkenal yaitu Chimalhuacán Man dan Tlatilco Man, yang telah diteliti secara mendalam. Meskipun ada beberapa variasi dari tengkorak yang ditemukan di cenotes, semua tengkorak yang ditemukan memiliki bentuk tengkorak mirip yaitu sempit, memanjang, dan tinggi.
![]() |
| Tengkorak Chimalhuacán Man, di bagian timur Mexico State, Meksiko. (La Opcion) |
Sampai bukti lebih lanjut dapat ditemukan, belum dapat ditentukan apakah perbedaan fitur antara tengkorak Paleoamericans dan p demikian, enduduk asli Amerika disebabkan oleh evolusi atau dua migrasi yang berbeda. Namun para peneliti tetap terus berupaya dengan melakukan penelitian DNA untuk mengungkap misteri lebih lanjut tentang tengkorak yang ditemukan di dalam cenote tersebut.






0 Comments
Silahkan anda berkomentar atau sampaikan opini anda