Subscribe Us

Kandungan Nutrisi Daun Seledri Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Kandungan Nutrisi Daun Seledri Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan

Seledri merupakan salah satu tanaman yang cukup populer, tanaman ini memiliki aroma yang kuat dan biasa digunakan untuk pelengkap berbagai macam masakan. Seledri adalah tanaman dua tahunan, dan tanaman ini sebenarnya merupakan tanaman asli  Eropa. Namun demikian seledri dapat tumbuh baik di indonesia khususnya di daerah yang mempunyai iklim sejuk. Tanaman ini juga sangat bagus untuk ditanam di pot sehingga akan mempermudah jika suatu saat dibutuhkan, baik untuk bumbu masak ataupun untuk keperluan lainnya.

Seledri termasuk dalam  keluarga Apiaceae dari, dengan genus; Apium, dan dikenal secara ilmiah sebagai Apium graveolens.
Tanaman ini termasuk tanaman kecil dan dapat tumbuh hingga ketinggian setengah meter dan membutuhkan tanah yang subur dengan kelembaban untuk tumbuh baik. Seledri memiliki batang berongga dengan daun berwarna hijau segar, dan biasanya akan berbunga setelah tahun kedua. Daun seledri mirip dengan daun peterseli.

Biji seledri, juga dapat digunakan sebagai bumbu, yang mirip dengan biji jintan. Biji seledri berwarna coklat gelap, panjang dengan punggung vertikal tipis; dan memiliki aroma yang cukup kuat.

Manfaat kesehatan dari Seledri
Tanaman ini memiliki manfaat untuk kesehatan tubuh karena memiliki kandungan zat essensial yang yang sangat penting bagi kesehatan, berikut ini beberapa manfaat dari seledri:
  • Seledri merupakan salah satu tanaman herbal dengan kandungan kalori sangat rendah.  Daunnya hanya mengandung  16 kalori per 100 g berat dan mengandung banyak serat non-larut  yang apa bila dikombinasikan dengan rejimen penurunan berat badan lainnya dapat membantu mengurangi berat badan, dan kadar kolesterol darah.
  • Daun seledri  sumber yang kaya antioksidan flavonoid seperti zea-xanthin, lutein, dan beta-karoten, yang dapat berfungsi sebagai  anti-oksidan, yang juga dapat berfungsi untuk melindungi tubuh dari serangan kanker dan meningkatkan kekebalan tubuh. Untuk alasan yang sama, seledri telah diakui sebagai makanan yang sangat fungsional.
  • Daun seledri merupakan sumber yang baik dari vitamin-A. 100 g daun seledri segar terdiri dari 449 IU atau 15% dari tingkat kebutuhan harian vitamin A diperlukan tubuh. Vitamin-A dan beta-karoten adalah antioksidan flavonoid alami. Vitamin A juga dibutuhkan untuk menjaga selaput lendir agar tetap sehat dan juga bermanfaat untuk kulit. Mengkonsumsi makanan alami yang kaya flavonoid membantu tubuh untuk melindungi  paru-paru dan kanker rongga mulut.
  • Tanaman  ini juga kaya akan berbagai vitamin penting, termasuk asam folat (menyediakan 9% dari RDA), riboflavin, niasin, dan vitamin-C, yang penting untuk metabolisme tubuh  yang optimal.
  • Seledri segar juga merupakan sumber yang sangat baik dari vitamin-K, yang  menyediakan sekitar 25% dari kebutuhan harian dari Vitamin K. Vitamin-K membantu meningkatkan massa tulang dengan meningkatkan  aktivitas osteotrophic dalam tulang. Vitamin K  juga telah memiliki  peran penting untuk  pasien penyakit Alzheimer karena dapat  membatasi kerusakan saraf di otak.
  • Daun seledri juga merupakan  sumber yang sangat baik dari mineral seperti kalium, natrium, kalsium, mangan, dan magnesium. Kalium merupakan komponen penting dari sel dan cairan tubuh yang membantu mengatur detak jantung dan tekanan darah.
  •  Daun dan biji seledri  mengandung banyak minyak atsiri yang penting yang mencakup terpen,  limonene (75 sampai 80%), dan seskuiterpen seperti ß-selinene (10%) dan humulene. Aroma khas tanaman seledri sebenarnya  disebabkan oleh senyawa kimia yang dikenal sebagai phthalides (butylphthalid dan derivat sedanenolid dihidro) yang terkandung di dalamnya.
  •  Minyak atsiri yang diperoleh dari ekstraksi tanaman seledri telah digunakan sebagai obat untuk obat penenang dari  kondisi gugup, osteoarthritis, dan gout-arthritis. Selain itu, biji, dan akar tanaman ini memiliki diuretik (yang berfungsi untuk membuang kelebihan air dari tubuh melalui urine), galactogogue (sekresi bantuan ASI), stimulan, dan memiliki sifat tonik.
  • Tanaman seledri  hanya mengandung  16 kalori per 100 g daun  dengan banyak manfaat kesehatan phyto-nutrisi seperti flavonoid, folat, vitamin A, vitamin-K, mineral dan vitamin lainnya, yang merupakan makanan fungsional rendah kalori berharga atau kalori negatif untuk penurunan berat badan.
Kandungan Nutrisi Daun Seledri Dan Manfaatnya Bagi Kesehatan
Cara pemilihan dan penyimpanan seledri.
Seledri dapat dibeli baik dipasar tradisional maupun supermarket sepanjang tahun dengan harga yang tidak terlalu mahal. Anda juga dapat membeli seledri langsung dari petani untuk mendapatkan tanaman yang lebih segar, tanaman ini sering dibuddidayakan ditempat sekitar daerah pariwisata gunung yang memiliki iklim sejuk seperti di daerah Bandungan di Semarang, Dieng di Wonosobo, Malino di Makassar dan lain sebagainya.

Jika Anda membelinya di pasar atau di toko sayuran pilihlah seledri dengan daun berwarna hijau terang, batangnya renyah dan jangan pilih seledri dengan daun dan batang yang telah layu, daunnya kering atau kuning karena aromanya sudah tidak lagi kuat.

 Seledri dapat disimpan di dalam kulkas dan tetap segar sampai seminggu, bungkus seledri dalam kertas tissu yang dapat menyerap kelembaban agar tetap segar. Menggunakan daun seledri saat masih segar aroma khas dari daun ini akan terasa kuat.

Biji seledri biasanya digunakan dalam bentuk  biji utuh atau bubuk (ground), dan dicampur dengan garam untuk bumbu "garam seledri."

Saran penyajian
Cuci daun dan batang di air dingin yang mengalir untuk menghilangkan kotoran di permukaannya, juga untuk menghilangkan residu pestisida dan fungisida yang menempel dipermukaan daun. Potong batang bagian bawah  dan sisakan batang lunak dan daunnya
  • Anda dapat menggunakan seledri dalam berbagai bentuk menu masakan.
  • Daun segar, akar, dan batang dapat digunakan dalam salad, dan jus minuman.
  • Daun seledri dapat  digunakan sebagai hiasan dalam berbagai resep masakan bersama dengan sayuran lainnya seperti kentang, wortel, kacang-kacangan, dan masakan daging.
  • Daun segar serta akar dapat  digunakan dalam pembuatan  sup dan saus.
Penggunaan seledri sebagai obat herbal.
Seledri juga sering digunakan untuk mengatasi berbagai macam masalah kesehatan, diantara manfaat seledri untuk kesehatan antara lain:
  • Seledri dapat  digunakan dalam obat-obatan untuk mengurangi tekanan darah, untuk meringankan gangguan pencernaan dan sebagai agen anti-inflamasi. Tanaman ini juga digunakan sebagai diuretik untuk membuang kelebihan air dari tubuh.
  • Minyak esensial dalam biji seledri, daun, dan akar telah digunakan sebagai karminatif, emmenagogue, galactogogue (bantuan sekresi ASI), penyakit sistem saraf seperti sakit kepala dan mudah marah.
  • Ramuan daun seledri  juga telah diklaim berguna dalam pengobatan rematik dan gout/ asam urat

Profil keamanan
Ramuan, terutama seledri liar dapat menyebabkan reaksi anafilaksis yang serius pada beberapa orang  yang sensitif.  Seledri tidak boleh dimakan oleh ibu hamil. Orang yang sedang menggunakan obat-obatan diuretik dan obat anti-koagulan tidak boleh mengkonsumsi seledri dalam jumlah banyak.

Tangkai seledri yang juga memiliki kandungan serat  yang sangat tinggi serat larut dan tidak larut. Makan makanan  dengan terlalu banyak kandungan serat tidak larut dapat menyebabkan perut nyeri, gangguan pencernaan, kembung, dan seringkali mempersulit kondisi sembelit yang Anda alami.

Demikian beberapa manfaat seledri dan kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, Tuhan telah menciptakan semua untuk kepentingan manusia. Gunakanlah secara bijak penuh rasa syukur dengan melestarikan tanaman ini, agar anak cucu kita juga dapat menikmati manfaatnya. (Disclaimer Medis).

Post a Comment

0 Comments